Refleksi 12 Etnomatematika Pembelajaran LKPD

 


TUGAS 12 REFLEKSI Vcon 12 ETNOMATEMATIKA :

Dosen: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Dateline: Senin, 10 Mei 2021, pk 24.00 wib

File dalam PDF dikirim WA Japri 081578708917

NIM 20709251024

NAMA FILE: Refleksi Vcon 12_ETNO _Aswar_S2 Pendidikan Matematika_03 Mei 2021

Refleksi

“JUDUL”

Etnomatematika Pembelajaran LKPD

 

Sebelum mempersiapkan mata kuliah etnomatematika terlebih dahulu kita mulai dengan menbaca doa dan keyakinan kita masing masing sehingga kita bisa mendapat pelajaran hari ini begitu bermanfaat

Dalam ivideo iterlihat ibahwa ikegiatan isiswa imenjadi isebuah ikegiatan iutama, iatau idapat idikatakan istudent icenter. iHal iini idapat idilihat idari ipembelajarannya iyang imengutamakan ipengerjaan ilkpd ipada ikegiatannya. iNamun imemang ilkpd iyang idisajikan imasih imemiliki ikekurangan idisana, inamun iitulah iyang idapat ikita iambil isebagai iide iuntuk imelakukan isuatu ipenyempurnaan idengan imelakukan iinovasi-inovasi ipada ipembelajaran

Kriteria pembelajaran yang inovatif antara lain; Pertama dilihat dari RPP atau RPS yang digunakan harus mendukung kompetensi yang hendak dicapai. Perlu diperhatikan bahwa dalam hal ini yang dibicarakan adalah kompetensi yang hendak dicapai bukan konten materinya. Yang kedua adalah apersepsi harus mendukung pencapaian kompetensi. Yang ketiga metode yang digunakan bervariasi dan harus mendukung pencapaian kompetensi, Keempat media yang digunakan juga bervariasi untuk mendukung pencapaian kompetensi. Kelima terdapat skema pencapaian kompetensi atau learning trajectory. Kemudian yang keenam yaitu authentic assessment atau harus ada potensi assessment.  Untuk learning trajectory  bisa diperhatikan pada bagian aktivitas pembelajaran atau kegiatan inti pada RPP atau RPS. Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan yaitu RPP atau RPS  yang benar adalah RPP atau RPS yang dibuat oleh guru yang bersangkutan dan sifatnya hanya sekali pakai sebagai indikasi bahwa RPP/RPS tersebut inovatif. Hal ini juga berlaku pada LKS/LKPD.  Berbicara mengenai LKS atau LKPD ada Komponen penting yang perlu diperhatikan yaitu Penjabaran Kegiatan inti.  sehingga LKPD dapat berfungsi sebagai sumber belajar atau semi modul. Selain itu dalam LKPD harus memuat sintaks yang sesuai dengan kegiatan inti pada RPP atau RPS. Sintaks tersebut juga butuh referensi dan harus dipertahankan secara saintifik/ilmiah.

pendidik sebagai sebuah inovasi dalam pembelajaran. Sebuah pembelajaran yang membalik sintaknya, namun disini paradigma pembelajarannya tidak kuat karena hanya membalikkan sebuah sintak pembelajaran. Kita dapat mengetahui bahwa model pembelajaran yang dapat dibalik sintaknya ini sangat variatif sehingga pernyataan bahwa paradigma tidak begitu kuat adalah Valid Sebagai pendidik yang baik kita harusnya memikirkan hal yang lebih dari itu, karena sebuah pembelajaran yang dibutuhkan saat ini dirancang tidak hanya untuk belajar pada saat itu saja. Sehingga harus adanya sebuah pembelajaran yang berkelanjutan, kita haruslah merancang sebuah pembelajaran dimulai dari sebelum dilaksanakan pembelajaran yaitu dengan memberikan bahan-bahan bacaan atau video atau hal lainnya yang akan dibahas pada pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan merancang pembelajarannya dan terakhir adalah merancang kegiatan setelah dilakukan pembelajaran bisa menggunakan penugasan atau lainnya untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang baru saja dilakukan.

Penutup Proses Pembelajaran Vcon 12

Demikian saya meminta maaf jika ada kesalahan kekurangan dan sebagainya yang muda bisa berpikir tua,  yang tua bisa berpikir muda,  paling tidak semangatnya contohnya saya bapak yang dijelaskan tadi kepada mahasiswanya beliau tetap semangat semangat untuk memberikan materi yang berkoar-koar untuk berjuang membela kaum yang lemah kita belajar matematika mahasiswa itu lemah dibanding dosennya itulah dinamakan perjuangan 

Baiklah  ucapkan selamat untuk berkarya semoga tetap terjaga protokol kesehatan di daerah masing-masing khususnya diri sendiri keluarga dan tidak lupa juga saya ucapkan banyak terimah  kasih para pemerintah yang sudah  berkontribusi se optimal mungkin dan bersinergi untuk menjaga protokol kesehatan di Indonesia.


Komentar