Refleksi 2 Etnomatematika Yang Menarik

 

TUGAS 2 REFLEKSI Vcon 2 ETNOMATEMATIKA :

Dosen: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Dateline: Senin, 15 Februari 2021, pk 24.00 wib

File dalam PDF dikirim WA Japri 081578708917

NIM 20709251024

NAMA FILE: Refleksi Vcon 2_ETNO _Aswar_S2 Pendidikan Matematika_15 Februari 2021

Refleksi

 

Etnomatematika Yang Menarik

Sebelum mempersiapkan mata kuliah etnomatematika terlebih dahulu kita mulai dengan menbaca doa dan keyakinan kita masing masing sehingga kita bisa mendapat pelajaran hari ini begitu bermanfaat

Mempersiapkan mata kuliah etnomatematika

Etnomatematika ini diperuntuhkan

Kita harus ketahui dulu apa artinya etnomatematika adalah matematika dalam satu budaya, budaya yang dimaksud dalam etnomatematika adalah kebiasaan-kebiasaan prilaku manusia dalam lingkungannya, seperti prilaku kelompok masyarakat perkotaan atau perdesaaan, kelompok kerja, kelas profesi, siswa dalam kelompok umur, masyarakat pribumi, dan kelompok kelompok tertentu lainnya

Jarak perjalanan ide matematika

Jarak perjalanan ide matematika dari sisi konsep, kalau sisinya secara kaitannya dengan tempat lokasi mesin kuno dan lain-lainnya tetapi kalau konsep kita mempunyai atau berusaha ungkap beberapa toko yang ada sebelum kita ungkap beberapa toko yang ada muncullah para tokoh sama dengan sejarah filsafat bahwa dulunya itu tidaknya tidak hanya di yunani mesir dan seluruh dunia sebelumnya masa keilmuan yang  namanya mitos,  mitos juga ada kaitannya dengan mistis dan mitos misalnya pelangi itu dianggap sebagai jembatan

etnomatematika ini kayak diperuntukkan bagi orang-orang yang punya visi misi untuk mewujudkan pembelajaran matematika yang inovatif

hanya diperuntukkan bagi orang-orang guru-guru calon pendidik mahasiswa yang terbuka yang mau menerima bahwa aktor belajar itu adalah siswanya

Matematika juga diperuntukkan bagi orang-orang yang mau move on ataupun menerima paradigma yaitu student center guru sebagai fasilitator,  dalam pembelajaran inovatif berorientasi kepada siswa maka paradigma yang sesuai adalah paradigma yang membangun konstrukstif

Kontruksi itu sesuai dengan hakikat kehidupan karena tidak ada kehidupan di dunia ini yang tidak membangun jangankan manusia binatang pun membangun  sarangnya untuk tempat bertelur misalnya seperti tumbuh-tumbuhan membangun dirinya bisa berbuah sedemikian terusnya dalam suasana membangun hidup maka kita harus mempunyai adat prinsip adat artinya dari pola kehidupan yang kalau diabstraksikan atau diperas  kemungkinan diringkas sedemikian rupa hanya ada 2 saja fenomena pertama fenomena  ini liner  yang kedua fenomena siklik  fenomena liner  contohnya 1 januari 2021 sudah tidak bisa diulang seperti itu tetapi fenomena siklik  seperti di di hari senin ketemu di hari senin. Hidup itu gabungan liner dan siklik , siklik artinya banyak sekali bisa tanya jawab bisa berinteraksi bisa berdiskusi bisa berhubungan dengan teman bisa berhubungan dengan budaya keluarga dan berhubungan dengan suami istri berkomunikasi dengan baik bisa juga  bernapas itulah yang dinamakan fenomena siklik contohnya seperti peredaran darah peredaran matahari peredaran uang peredaran manusia pergerakan manusia pergerakan sosial pergerakan siswa sedemikian terusnya maka pendidikan  satu fenomena hidup yang memenuhi  beberapa unsur-unsur itu  dan sehingga dilihat dari sisi pengetahuan maka pengetahuan yang kuat yang koko dibangun di atas dasar dasar interaksi antara teori dengan praktik antara rasio dan realita,  rasio itu memiliki rasa yang kosong atau hidup kita kosong seperti orang yang bermimpi tetapi kalau realita saja hidup kita itu seperti orang yang buta maka sebetul-sebetulnya hidup kita tantangan pendidikan itu ada dua agar kita tidak kosong atau kau tidak buta.

Menurut teori immanuel kant agar kita tidak kosong dan tidak buta,  kalau kita hanya praktek saja tidak pernah membaca teori setiap penelitian pasti ada landasan teori dan ada pengambilan data penelitian itulah sebagai interaksi antara landasan teori dan pengambilan data atau hukum positif

Hidup itu ada 3 komponen komponen biasa,  rutin,  komponen membangun dan komponen yang menukik. Mendengarkan suara bapak menjelaskan kan itu artinya sedang fokus, fokus itu menajam tetapi ketika membangun pikiran macam-macam berkembang sebagaimana.   Info-info yang sedang membangun pikiran,  membangun pikiran tidak mungkin beserta dengan fokus maka antara membangun mengembangkan dengan infocus dan berinteraksi si itu terjadi di dalam jam hidup kita,  hidup kita adalah interaksi antara cara yang mengembang dengan infocus kalau kita mengembang terus kita tidak bisa melihat kenyataan yang ada kalau kita fokus kita terus bisa membangun.

Harapannya kita menjadi guru yang demokratis guru yang memfasilitasi guru yang menyenangkan yang membuat hidup lebih baik  contohnya kita seperti seperti kupu-kupu yang lagi terbang dan contohnya yang bumi yang berputar untuk membangun keluarga yang lebih baik. 

Pembangun dari realita bawa itu realita tetapi praktek menjadi teori kalau matematika cocok contohnya matematika murni matematika formal seperti yang ada saat ini 47 + 28 itu yang tidak punya hati

Teori realistik ini sangat cocok dengan etnomatematika contohnya benda-benda yang ada di sekitarmu yang konkrit,  berpikir adanya contoh kontekstual supaya tidak kosong hidupnya,  keadaan psikologis,  psikologi guru dan siswa contohnya kalau di barat atau di luar negeri namanya gunung es dan indonesia juga mempunyai teori contohnya tsunami,  sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya maka hidup kita selalu hadapi tsunami  menerpa atau keadaan  yang tidak mungkin bisa dikata kan tsunami artinya sesuatu yang menimpa hidup kita tanpa persiapan bahwa mengambil mata kuliah etnomatematika  itu lebih tinggi seperti gunung dan potensinya  lebih tinggi jika kita mau seperti gunung kita harus mempunyai ilmu

Sebagai orang filsafat maka kakak itu gunung bagi adiknya,  orang tua itu gunung bagi anaknya, ketua kelas itu  gunung bagi anggotanya maka gue yang berada di puncak itu kuasa yang ada dibawahnya itu dalam posisi yang lemah

Fenomena

Fenomena bisa mempengaruhi diri kita kalau kita tidak siap maka fenomena itu bencana bagi kita tetapi kalau kita udah siap maka untuk mengamati fenomena itu bisa-bisa kita mendapatkan barokah begitupun dengan  matematika jika matematika kita hadapi dengan tidak siap maka matematika menjadi bencana buat siswanya oleh karena itu itu yang paling bagus paradigma nya itu adalah konstruktif bawah matematika itu dikembangkan kan atau ditumbuhkan oleh siswa sendiri jika kita siap menghadapi matematika maka kita juga mendapatkan barokah

Etnomatematika itu pembelajaran kontekstual contohnya yang ada di kehidupan kita sehari-hari seperti gelas piring jadi dalam etnomatematika itu adalah pembelajaran kontekstual artinya pembelajaran yang yang menyangkut budaya-budaya yang ada di indonesia pertama lebih dekat lagi kepada kehidupan siswanya atau matematika diambil sesuai latar belakang siswa atau mahasiswa yang bersangkutan

Perjalanan matematika konsep cara matematika dari sisi konsepnya dahulu awalannya dari mitos contohnya pelangi bisa saja dianggap mitos secara garis besar ada dua macam yang formal yang ada di atas pikiran kita yang realistik yang etno itu itu yang sosial realistic dan sebagainya dan belajar matematika murni itu banyak orang yang merasa sombong tidak perlu untuk belajar matematika memakai konsep tidak perlu belajar matematika memakai kata-kata filsafat

Pendidikan matematika lewat etnomatematika mempelajari ukuran ukiran budaya-budaya ya yang ada tetapi kami belajar dengan orang lain sehingga itu menjadi masalah dengan psikologi siswa. Matematika formal bawah etnomatematika sebagai pengungkap maka dari situ nanti kita akan kembangkan maka mau tidak mau pembelajaran kembali ke masa lampau contohnya seperti dosen mengajar ke papan tulis mahasiswa mengajar ke papan tulis dosennya suka mau paham atau tidak ke mahasiswanya itu yang dinamakan traditional kalau inovatif (contrucstive)  siswa itu dipandang sebagai individu yang punya potensi untuk berkembang dan tumbuh untuk membangun bahkan kalau sudah tumbuh dan berkembang maka berbuahlah  dan bermanfaat sebagaimana akan berguna oleh gurunya.

Inovatif yang berpasif daring saat ini dilakukan  semua guru sehingga paradigma matematika formal mau ke sekolah harus paradigma matematika sekolah.

Sejarah filsafat prinsip daripada ontologi pemahaman manusia  terhadap lingkungannya maka ada intensi ,  intensi adanya perlu perhatian jadi kita kuliah harus punya niat dan rasa senang tetapi kalau tidak akan berhasil pasti gagal maka apapun yang terjadi di dunia luar manusia itu harus intensi melihat fenomena fenomena bisa melihat fenomena karena dia punya pikiran ideal,  fenomena menjadi ideal itu dengan cara dipilih atau di astraksi di matematika.

Itulah yang tidak diperhatikan istilah jadi dalam filsafat yang ditaruh di tempat epoche,  epoche itu  sebagai tempat untuk kesadaran jadi saat kita belajar harus fokus ke pandangan layar laptop agar kita bisa disimpan terlebih dahulu di tempat epoche atau tempat kesadaran kita sendiri.

Sehingga antara realita dan idealita  contohnya 3 itu ideal tetapi kalau bilangan 3 itu hanya ada di pikiran maka dari situ bisa dikatakan bahwa matematika itu adalah matematika ideal,  dalam realita  etnomatematika memperlancar menuju realita menuju idealita matematika sehingga menjadi proses atau menjadi pengetahuan yang kokoh maka dari itu menjadi problem atau menjadi sulit bagi siswa untuk belajar matematika itu sendiri kalau langsung diarette  kepada maka perlu perantara yang inovatif perantaranya ada ada di etnomatematika salah satunya,  etnomatematika menyediakan bahan belajar yang menyenangkan bagi siswa sedemikian juga bagi gurunya sama ada yang ideal ada yang realita maka kalau ada dua buku 3 bensin tidak bisa dijumlahkan karena sudah diberi beban buku dan pensil,  open realita beban konteks sehingga membangun konsep itu sendiri kepada siswanya siswa yang menemukan konsep dan huruf a nya memfasilitasi pada akhirnya nanti kesimpulan suatu ideal ideal itu sendiri atau diidealkan lagi

 paradigma yang cocok hakikat matematika sekolah menurut ebbut dan straker 1995

- matematika sebagai kegiatan sosial,  matematika mencari pola dan mencari hubungan

- matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah

- matematika sebagai kegiatan penelitian investigasi

- matematika sebagai kegiatan berkomunikasi

Jangan dipikir pendidikan yang ada itu semua baik bisa saja berkontruduktif  lebih baik daripada begitu itu lebih baik diam dan nggak usah ngajar sekolah, jadi untuk sd itu tidak ada ilmu sc itu adanya pengalaman intuisi contohnya anak sd jangan suruh buat kapal selam dia tidak bakalan bisa karena dia cuman punya pengalaman anaknya sd hanya bisa bernyanyi, berlari, hiburan disuruh mengambil sesuatu.  Itulah anak sd cuman bisa melihat dari pengalamannya sendiri

 

 

 

Jadi kesimpulannya

-          Guru itu perlu mengetahui hakikat matematika sekolah 

-          Guru perlu memahami mengetahui dan punya keterampilan memahami meminimalisirkan dan pembelajaran yang inovatif

-          Guru perlu menguasai teknologi pembelajaran contohnya pembelajaran online ( daring )

-          Guru perlu mengembangkan berbagai macam metode metode pembelajaran yang ada saat ini

-          Juga perlu menguasai psikologi siswa di pembelajaran matematika

Dari sisi pembelajaran matematika mata kuliah etnomatematika jika di publikasikan atau bagaimana proses pembelajaran matematika di suatu daerah maka dunia akan senang,  jadi levelnya sekarang atau levelnya hidup saat ini contohnya guru membeli guru ilmuwan membeli ilmuwan hak cipta membeli hak cipta artinya bilamana syukur-syukur bernilai ekonomi sehingga  dilindungi hak cipta dan sebagainya. dan kadang-kadang godaan-godaan yang ada saat kita berjuang itu kita anggap bisa atau kita merasa bisa sehingga kita melakukan sesuatu itu merasa bosan.

Filsafat paradigma etnomatematika bawa yang paling cocok dalam dalam pendidikan yaitu progresif atau belajar merdeka dan menurut teori kant dari bawah matematika sd semakin keatas matematika smp dan semakin keatas lagi matematika sma dan paling tinggi yaitu adalah matematika di perguruan tinggi atau matematika murni begitulah proses atau posisi pembelajarannya saat ini jadi yang jadi masalah orang matematika murni tidak mau mengerti di matematika sd tetapi karena dia itu ras dengan aplikasi maka dia menjadi di pahlawan di matematika maka di dalam kebijakan pendidikan mereka lebih banyak di rekrut atau diambil  oleh pemerintah bahkan untuk menyusun kurikulum pendidikan dari tingkat perguruan tinggi sampai ke tingkat paling rendah pendidikan sd di matematika diambil oleh matematika murni untuk menyusunnya

Jadi etnomatematika di sd  itu dianggap,   berurusan dengan bagaimana membangun dan mengembangkan budaya budaya ya tidak seharusnya begitu kita belajar etnomatematika di tingkat sd dengan matematika tidak ada ada urusannya dengan bagaimana membangun budaya itu dengan pemerintah daerah urusannya matematika itu di tingkat tinggi maupun rendahnya kita hanya perlu memanfaatkan dan budaya itu untuk belajar matematika sendiri. metode pembelajaran yang relevan nanti terdapat hubungan antara berbagai macam hubungan yang satu dengan yang lainnya yang saling terkoneksi antara paradigma 1 dengan paradigma lainnya

Etnomatematika atau biasa disebut dengan pendidikan berbasis budaya sebelum kita masuk di. metode sensitive kita harus terlebih dahulu 

mengamati hipotesis/menanya, mencoba, menggasoasiasi, menyimpulkan dan mengkomunikasikan, 

ada konkrit model konkrit model formal ada formal  dan PBM kontekstual, 

Enactive, iconic, simbolik 

Metode saintifik, realistik matematika, dan bruner

 Proses kerangka berpikir etnomatematika-

-          Paham filsafatnya

-          Paham ideologinya

-          Paham paradigma dan teorinya

-          Mencari strategi pendekatan yang cocok

-          Membuat model pembelajarannya

-          Dan menggunakan kan atau membuat perangkat pembelajaran

Penutup Proses Pembelajaran Vcon 2

Demikian saya meminta maaf jika ada kesalahan kekurangan dan sebagainya yang muda bisa berpikir tua,  yang tua bisa berpikir muda,  paling tidak semangatnya contohnya saya bapak yang dijelaskan tadi kepada mahasiswanya beliau tetap semangat semangat untuk memberikan materi yang berkoar-koar untuk berjuang membela kaum yang lemah kita belajar matematika mahasiswa itu lemah dibanding dosennya itulah dinamakan perjuangan 

Baiklah  ucapkan selamat untuk berkarya semoga tetap terjaga protokol kesehatan di daerah masing-masing khususnya diri sendiri keluarga dan tidak lupa juga saya ucapkan banyak terimah  kasih para pemerintah yang sudah  berkontribusi se optimal mungkin dan bersinergi untuk menjaga protokol kesehatan di Indonesia.

Komentar