BELAJAR SRAWUNG ETNOMATEMATIKA SANGAT MENARIK & BERMANFAAT

 

TUGAS SRAWUNG ETNOMATEMATIKA :

Dosen: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Dateline: Senin, 08 Maret 2021, pk 24.00 wib

File dalam PDF dikirim WA Japri 081578708917

NIM 20709251024

NAMA FILE: Refleksi SRAWUNG_ETNO _Aswar_S2 Pendidikan Matematika_08 Maret 2021

Refleksi Mata Kuliah Etnomatematika

 

JUDUL

BELAJAR SRAWUNG ETNOMATEMATIKA SANGAT MENARIK & BERMANFAAT 

Sabtu, 27 Februari 2020

 

Acara Seminar Srawung Etnomatematika dengan Tema Pengembangan dan Penelitian Etnomatematika Di era Disrupsi.

 

Pembicara pada pagi ini :

Prof Dr. Marsigit, M.A.,                               (Presiden Ethnomath Association )

Prof Dr. Hardi Suyitno, M.Pd.                    ( Narasumber )

Prof Dr Heri Retnawati, M.Pd                    ( Narasumber )

Dr. Jero Budi Darmayasa, M.Pd.Si.           ( Narasumber )

 

Di Pandu langsung Oleh Moderator dari  Universitas Ahmad Dahlan Dosen Pendidikan Matematika Ibu Meita Fitrianawati, M.Pd

Sebelum mempersiapkan acara seminar SRAWUNG ETNOMATEMATIKA terlebih dahulu kita mulai dengan menbaca doa dan keyakinan kita masing masing sehingga berjalan dengan baik dan semoga kita bisa mendapatkan Ilmu yang baik dan bermanfaat dari acara ini. Setelah membaca doa kita memulai acara dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars Ethnomath Association

Acara Srawung Etnomatematika di buka langsung Oleh Prof Dr Marsigit, M.A., Selaku Presiden Ethnomath Association

Beliau menjelaskan dan memberikan sambutan tentang sejarah etnomatematika di Indonesia

Etnomatematika itu menurut saya sesuatu fenomena yang unik yang luar biasa kalau tidak kalau diajukan atau tidak diperhatikan etnomatematika tetap ada, apa yang bisa digali bagaimana kita mengalinya 

Etnomatematika merupakan basic untuk pendidkan matematika merupakan berbasic budaya maka kalau kita bicara masalah budaya itu di seluruh dunia milk semua bangsa-bangsa milik semua suku suku, jadi kalau kita lihat progres etnomatematika ini dari kegiatan atau akitvitas kita adalah

Baik sendiri sendiri maupun kita berdua Bersama sama maupun  yang berusaha Bersama sama dalam assosiasi kalau kita lihat publikasinya sudah luar biasa kita kalau 1 tahun saja tidak membuka sudah ketinggalan informasi informasi pencapaiannya juga luar biasa sehingga mengembirakan maka posisi kita kalau ada sesuatu di etnomatematika yang Berjaya ditempat yang lain adalah sebagai sumber atau assosiasi kita wajib bersyukur karena itu bisa menjadi inspirasi bagi kita semuanya namun tentu suatu konteks tertentu tidak dari etnomatematika kita tidak bisa sampaikan oleh orang lain atau diluar jangkauannya yang seperti misalnya konteks borobudur jogja, konteks kraton jogja, konteks sunda, konteks riau, konteks aceh dan seterusnya di ibaratnya ini sudah menjamur di indonesia oleh karena itu maka pengembangan asosiasi ini juga yang kami rasakan yang kami lihat kan yang bersifat cair ini tetapi tidak terlalu berambisi sekali karena prosesnya adalah proses yang laten proses yang proses yang dalam luas dan proses yang panjang maka dari sinilah kalau ada waktu pikiran anda dan tenaga anda dan  teman-teman untuk  mengajak mari berkumpul mari berdialog mari asosiasi dan marilah kita Bersama sama, dan saya juga  menggunakan prinsif ilmu orang tua dulu orang tua indonesia tuh yang samalah ada jawa ada sumatra-kalimantan orang tua zaman dulu yang mengatakan kalau kita mendoakan orang tentu pahala nya di samping untuk orang yang kita doakan kita sendiri yang berdoa juga dapat pahalanya akan seperti dan disini juga saya yang dari yang dari filosofi yang paling dalam itu kalau kita bisa menampilkan karya-karya kita dan bermanfaat bagi orang lain pada akhirnya juga manfaat itu kembali kepada diri kita apalagi kalau kita itu ada unsur niat dan sengaja untuk berkumpul berasosisasi oleh karena itu konsep dari pada keanggotaan ethno association terbuka untuk semuanya  dari bisa bergabung secara instan dan bermanfaat kemudian kemudian yang paling bisa dipakai adalah bisa untuk pengurusan izin sedang dalam proses ini kemudian mengenai jurnal dan penelitian ini sudah keluar dan nanti kita tinggal sudah penerbitan yang ke-2 itu saya mengajak semuanya yang punya artikel-artikel perantara ya daripada disimpan dan tidak di pulblish juga masih mengalami kendala kendala aku tanya boleh dikirim ke jurnal apa ke jurnal-jurnal kita itu jurusan pendidikan matematika.

Dan beliau juga menyebutkan Kembali narasumber narasumber pada acara srawung etnomatematika hari ini, yang pertama bapak sendiri Prof marsigit, M.A dan yang kedua Prof Hardi Suyitno, M.Pd, dari Universitas Semarang dan beliau adalah ahli dan pakarnya Pendidikan di Sekolah Dasar, Menyusun Kurikulum, Menyusun buku dan masih banyak lagi Penelitian penelitian Tentang Pendidikan Sekolah dasar yang beliau lakukan. Ketiga narasumber kita yaitu Prof Heri Retnawati, M.Pd ahli Evaluasi dan beliau juga sukses mengantarkan dan membangun jurnal jurnal di kampus Universitas Negeri Yogyakarta salah satunya yang terbit jurnal ethmath Association dan Yang Keempat adalah Dr. Jero Budi Darmayasa, M.Pd.Si beliau adalah salah satu penguji bapak saat mengambil studi Dokter di Bandung Univerisitas Bandung Salah satunya penelitiannya tentang Etnomatematika di Bali dan nantinya juga beliau berbagi pengalamanya penelitian beliau.

Pesan bapak : banyak diluar sana para teman teman yang berpotensi tetapi kurangnya komunikasi dan sebagainya sangat perlu Dan semangat teman teman sangat luar biasa untuk membangun ethnomath association untuk berarti menunjukkan inovasi pembelajaran maematika.

Masuklah di Acara Inti nya Srawung Etnomatemtika

Moderator Ibu Meita Fitrianawati, M.Pd Langsung Pandu acara Tersebut dengan Baik

Dan beliau lahir di Sleman 18 Mei 1990 Beliau Merupakan Dosen di Universitas Ahmad Dahlan Riwayat Pendidikan S1 beliau Di Univeritas Negeri Yogyakarta S2 (Magister) Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

Beliau juga menjelaskan waktu pemaparan disetiap narasumber 15 menit dan nantinya ada sesi pertanyaaan akan di berikan di kolom chat dan untuk di youtube bisa di kolom komentarnya yang ingin bertanya dan menampilkan nama dan asal instansi nya.

Moderator juga membawa suasana secara baik dan Acara ini santai kita bisa berdiskusi dan tanya jawab seputar etnomatematika  dan bagaimana pengembangan penelitian atau bagaimana pemgembangan pembelajaran matematika  disekolah dasar

 

 

 

Langsung saja Pemaparan Pertama Prof Dr. Marsigit M.A

Beliau sebagai narassumber dan menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta

Niat dari acara ini Srawung Etnomatematika kita buat santai luwes dan beliau sengaja tidak memakai presentase (PPT). Srawung Etnomatematika menurut pikiran bapak sendiri karena beliau adalah orang filsafat, disini kita berbicara lebih cair lebih fleksibel lebih santai tetapi serius sehingga mampu mengungkapkan lebih dalam dan lebih banyak  dan hal hal yang seperti nya kita ingin ketahui tanpa terikat oleh protokol terlalu ketat itu lah tujuannya.

Harapan dari ethnomath association adalah berharap 2 kali setahun di awal tahun dan di akhir tahun

Tantangan terbesar dari etnomatemtika sekarang ini semuanya harus move on di era pandemic corona, mempelajari hal baru bagaimana cara belajar mengajar di era pandemic ini diluar sana di amerika dan negara lain sudah berkembang teknologi teknologi software untuk etnomatematika

tetap berprinsip bahwa prinsip prinsip inovasi bahwa berpusat kepada siswa adalah sebagai sesuatu kegiatan dan kemudian juga untuk yang sekolah sekolah, berprinsip bahwa matematika adalah sesuatu kegiatan sosial, teknologi atau software atau pembelajaran daring online bagaimana supaya tetap ada kegiatan untuk dalam proses pembelajaran yang ada secara online

etnomaematika sekarang rentang dan posisi sekarang karena menemukan bukti-bukti  dan bagainya dan di perkuat di perguruan tinggi bahkan di matematika murni pun bisa berkarya atau berpikiran di etnomatematika misalnya menggunakan teori group untuk mengeksplorasi  lukisan batik tetapi untuk tinggi rendah SD dan SMP berbeda baru pada mengungkapkan matematika apa yang ada di sekitarnya benda benda yang kongkret dan artefak matematika jadi etnomatematika itu tidak cukup untuk di wacana kan saja, kemarin saja sebelum pandemic etnomatematika itu  di datangi di manipulasikan kemudian digunakan tetapi tidak bisa hanya sekedar di komentari saja oleh karena itu perlu di jalankan dan di lakukan.

Nantinya kita akan mengali dari ketiga narasumber yang ada dan prof marsigit juga menjelaskan dan mohon untuk dengan free thinking dengan perasaan yang merdeka yang mau memberikan pertanyaan pertanyaan yang seluas luas nya  dan kita lebih banyak waktu untuk berdiskusi dan bertanya dan mampu berkontribusi dengan pengalamannya khususnya yang sudah terdaftar sebagai anggota ethnomath association

Itulah penyampaian dan penutup dari prof marsigit selaku presiden ethnomath association.

Langsung saja pemaparan Kedua Prof Dr. Hardi Suyitno, M.Pd

Dan medarator juga membacakan CV beliau dan beliau juga menyiapkan fail presentasenya

Narasumber kedua Prof Hardi Suyitno, M.Pd Beliau memaparkan materi atau pengalaman yang beliau ketahui di etnomatematika

Sebelum mulai beliau membuka dengan membaca salam salam kepada semuanya peserta

Beliau menjelaskan akan berbagi pengalaman di dalam hidupnya perjalannya beliau juga menjelaskan bukan ahli etnomatematika ketularan etnomatematia Ketika tahun 19 dihirosima, Etnomatematika di hirosima, Jepang. Setiap Seminggu 2 kali Seminar Baru saya ketularan etnomatematika dan prof marsigit menarik saya masuk di Ethno association dan saya punya entes di etnomatematika.

Dan beliau juga adalah dosen Universitas Ahmad Dahlan Bersama Ibu Meita  (moderator) dan beliau juga dosen luar biasa IPBS UNES masih  punya bimbingan S3 maupun S2 sebenarya atau resminya beliau mengajar sekarang di UAD.

Dalam pemaparan beliau slide pertama menjelaskan tentang Dimensi Filosofis Pendidikan matematika adalah harus mengerti Pendidikan  matematika juga filsafat juga dan sosial plus juga memuat antropologi  dan sebagainya masih banyak lagi

Bapak mengutip dari beliau prof marsigit  memandang matematika sebagai suatu kegiata (sosisal)

Pembelajaran matematika sekolah “Prof Marsigit”

Pembelajaran matematika di SD dan SMP semestinya menggunakan matematika Empiris atau matematekia Konkret

Pendekatan yang sesuai untuk pembelajaran matematika disekolah meliputi Realistika metamatika, Pembelajaran Berbasis Projek, Meaningful Learning, Construstivis, Teori bruner, Teori Aktivitas Etnomatematika, Teori Konektivitas, dst.

Kemudian Prof Hardi berpikir menawarkan sesuatu sesuai pengalaman beliau bahwa bagaimana kalau etnomatematika itu juga  di sinergikan dikolaborasikan atau di cocokkan dengan pembelajaran  tematik terpadu dan Pembelajaran STEM apa alasannya ini belum tentu benar iya, tapi ide dan pemikiran beliau seperti itu.

Kadang kadang jalannya pengembangan kurikulum 2013, kurang tepat itulah pertanda bahwa jalannya pengembangan kurikulum 2013 itu mungkin karena orangnya ganti-ganti. Makanya beliau ingin kaitkan antara etnomatematika dengan matematika tematik.

Etnomatematika itu adalah kajian keterkaitan matematika dan budaya (sosial plus)

Bagaimana kalau etnomatematika itu di kaitkan dengan sosial plus mudah tapi penampilannya sangat berbeda . mungkin penawaran kedepannya nanti harapan beliau bisa memperlengkap pelaksanaan pembelajaran yang berbasis etnomatematika. Perlunya suatu pemikiran atau penelitian ini

Etnomatematika itu di matematika itu membuat bermakna, memperbanyak kegiatan praktik matematika didalam kelas, mendesain tugas tugas matematika yang banyak berkaitan dengan budaya

Pembelajaran tematik adalah salah satunya  pengunaan teman yang kompleks untuk mengorganisir pembelajaran tema nya bisa tema budaya.

Pembelajaran Tematik juga berlandasan Konstruktivisme dengan pengetahuaan adalah hasil budi daya manusia.

Pembelajaran tematik bisa dipilih budaya dan budaya terkait dengan etnomatematika  tinggal bagaimana kita berkolaborasinya atau mengelolahnya dengan baik, dan etnomatematika itu bisa di kembangkan lebih luas

Tipe Pembelajaran matematika kalau mau mengambil dengan tema etnomatematika harus berbasis dengan budaya, budaya setempat

Beliau mencerita pengalaman mengunjungi sebuah sekolah Kingsbury Primary School selama 3 bulan tetapi seminggu sekali “tema tema yang dipilih yang ada disekolah tersebut”

Sekolah tersebut mengembangkan kurikulum sendiri dan ada tingkatannya sesuai kecamatan masing-masing guru juga harus kreatif

Gambar gambar  didinding dan pakaian jika tema nya budaya maka dengan kontextual disana yang ada disekitar lingkungan masing-masing dan sekolah tersebut tidak melihat agamanya, aktivitas murid disana luar biasa jadi kalau materinya harus di sesuaikan dengan di kelas dan mereka kaitkan dengan budaya mereka.

Dan beliau juga menceritakan dan pengalaman penelitiannya di china  2016, penelitian dichina kita sebagai peneliti tidak boleh masuk kelas kita hanya boleh melihat di TV (mengamati di luar ) di tembok tembok mereka banyak pesan-pesan kata kata atau karakter yang membuat mereka termotivasi. Berubah baik aka nada hasil baik

Yang beliau ambil dari mereka disekolah dichina, mereka di ajarkan kerja keras, displin dan budaya antri, kebersamaan dan kesatuan sangat di utama disekolah china

Dan tahun 2018 dan beliau penelitian di hirosima, Jepang beliau juga mengatakan bahwa Pendidikan dijepang itu menekankan pada kemampuan Bahasa ditekankan kelas 1 dan kelas 3 adalah Pendidikan moral siswanya sangat penting.

Tujuan Pendidikan disana adalah sangat kerja keras sama seperti dichina dan di jepang kejujurannya luar biasa disana,

Memulai permainan sebelum pembelajaran matematika berlangsung 10 menit di mulai pembelajaran matematika kita bermain dahulu, sebenarnya tidak akurat dalam pembelajaran matematika akan tetapi siswanya sangat menyukai dan belajar matematika tidak tertekan

Beliau juga mempunyai pengalaman penelitian dipantai kami Menyusun buku dengan bekerja sama dengan universitas kebangsaan Malaysia yang berjudul bukunya matematika SMP berbasis budaya pesisir untuk kelas 7, alhamdulillah penelitian ini diterbitkan akan tetapi  ada beberapa yang mengakibatkan macet penelitian tersebut kelanjutannya.

Etnomatematika di era disrupsi beliau menjelaskan sedikit tentang STEM, STEM sendiri juga dampaknya sangat di perlukan, sangat cocok tetapi menghadapi tantangan zaman

Ini sesuai dengan etnomatematika bahwa Matematika yang di terapkan oleh kelompok budaya tertentu, kelompok buruh, kelompok anak-anak kelompok professional tertentu, dan berbagai kelompok lainnya yang ada di dalam masyarakat (Garden, 1996)

Pendidikan STEM adalah suatu pendekatan dan pengembangan pembelajaran yang mengintegrasikan sain, teknologi, engineering, dan matematika dalam rangka mengembangkan berbagai keterampilan termasuk kemampuan pemecahaan masalah

Pendidikan STEM mengarahkan kebijakan dan kurikulumnya kepada peningkatan kemampuan daya saing peserta didik dibidang sain dan teknologi.

Tantangan beliau atau semuanya adalah mengsinergikan ethnomatematika dengan Pendidikan STEM beliau cuman memberikan pengalaman yang menawarkan akan tetapi pengalaman beliau tidak bisa di jadikan pedoman, pengalamannya hanya untu rujuan, dan menanggapi tantangan jaman.

Semua itu akan di jawab baik atau tidak melalui penelitian ilmiah, seminar, ilmiah, publikasi ilmiah,

Sudah cukup apa yang beliau sampaikan, setidaknya ada pengalaman yang di sampaikan dan beliau mengucapkan salam penutup dari kita sekian dari pemaparan beliau yang disampaikan dapat rahmat dari ALLAH SWT.

Kembali ke Moderator

Pengalaman Prof Hardi Suyitno sangat luar biasa sesuai dengan judul buku beliau yaitu Prof Pengebara benar benar mengebara dimana dimana ilmunya sangat bermanfaat sekali semoga saja nantinya ada yang mengulik bagaimana bisa mengembangkan etnomatematika dengan menginsteraksikan tidak di Indonesia saja diluar negeri juga

Langsung saja pemaparan Ketiga Dr. Jero Budi Darmayasa,. M.Pd.Si

Dan medarator juga membacakan CV beliau dan beliau juga menyiapkan fail presentasenya

Dan beliau sangat tertarik dengan etnomatematika dan literasi matematika

 

 

 

 

 

 

Pemaparan Pak Dr Jero Budi Darmayasa, M.Pd., pertama tama beliau memperkenalkan dirinya mngajar di Kalimantan Utara Universitas Borneo Tarakan beliau mencerita sejarah dan pengalaman beliau juga menceritakan bahwa Prof Heri adalah menvalidasi Instrumen pada saat di UNY mengambil studi Magister, tahun 2008 lulus tahun 2010. Dan beliau menyampaikan ada budaya di bali yang mengandung etnomatematika nanti di suatu forum atau suatu kesempatan kita bahas nanti, dan pada hari ini lah yang dimaksudkan beliau pak Marsigit.

Saya disini menceritakan apa yang telah saya kerjakan berkaitan dengan etnomatematika saya coba untuk mendengarkan bahwa ethnomatematika menulis tugas akhir ( disertasi ) saya pada budaya di bali mula dan setelah pulang mengabdi di borneo beliau juga akan meneliti Ethnomatematika pada Dayak kenyah di Kalimantan Utara

Beliau juga menyampaikan bahwa kementerian Pendidikan dan kebudayaan itu  artinya bahwa Pendidikan dan kebudayaan itu tidak akan lepas

Beliau juga mengatakan bahwa Kebudayaan kita memiliki tanggungjawab untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya.

Dan beliau juga pengen mendengarkan pandangan dan pemikiran beliau bagaimana kita yang pendidik di tingkat sekolah dasar sampai Perguruan tinggi baik non pendidik bisa berkontribusi sesuai bidang kita terutama di Pendidikan matematika

Kalau dari sesi teori sudah banyak di jelaskan sebelumnya dan beliau juga menjelaskan Ketika melakukan penelitian itu bahwa etnomatematika merupakan irisan dari matematika, permodelan matematika dan antropologi budaya

Dan beliau juga lebih kearah warisan benda benda yang ada dikalimantan utara dari tahun 2015 – 2019 banyak warisan takbenda sudah berhasil di identifikasi, kita bisa menyebutkan bahwa warisan budaya itu adalah matematika

Bagaimana ethnomatematika berkontribusi dalam pencapaiaan tujuan kemendikbud 2021-2024

Apa sebenarnya dalam permendikbud no 22 tahun 2020 bagian mana atau bagaimana bisa melakukan berkontribusi ternyata adanya pelestarian dan pemajuan budaya, Bahasa dan sastra serta pengarus-utamanya dalam Pendidikan

Dasarnya dalam landasan filosofinya Pendidikan berakar pada budaya bangsa dan peserta didik adalah pewaris budaya bangsa maka tugas kita bagaimana kita melestarikan budaya budaya yang ada

Di permendikbud nomor 106 bahwa salah satu melestarikan adalah pemanfaatan  dan dikemudian kemajuan budaya juga ada unsur pelestarian. Melalui Pendidikan formal itu termaksud Pendidikan pemanfaatan Ketika kita membahwa budaya budaya itu kedalam kelas melalui etnomatematika maka itu kita sudah memberikan sumbangsih berubah pelestarian dan mungkin belum sampai di kemajuan, jika kita masuk kepengembangan bahwa kita bisa masuk di kemajuan

Dan beliau juga mengatakan bahwa perhitungan tentang perhitungan hari raya di bali berbasis atau di hitung berdasarkan jari-jari manusia. Bisa juga melihat hari lahir seseorang hari kematian seseorang

Beliau juga mengatakan bisa hari lahir dengan pasangan kita bisa di tahu dimana bagus di acara pasangan kita sendiri atau berdua acara pernikahaan tersebut yang bagus atau tidak

Kemudian beliau juga menampilkan gambar bamboo disitu beliau mengatakan dengan masyarakat disana tetapi mereka berbeda pandangan kalau bapak sendiri melihat bamboo tersebut adalah suatu persegi , ada baris dan kolom, kolom dan baris sama saja bisa di kuadratkan tidak perlu di hitung semua kolom cukup kolom kali baris kemudian bisa berbentuk kubus atau prisma.

Beliau melihatkan gambar sebagaimana gambar tersebut rumah kuno atau rumah tradisional di bangun dengan jari telunjuk dengan kepala keluarga,

Dan sekarang beliau meneliti ukiran Dayak kenyah yang berada di Kalimantan utara tanjong selor  sebagaimana ukiran tersebut berbentuk geometri, dan ada juga bentuk koordinat kartesius bisa di gunakan didalam kelas,

Penelitian yang saya lakukan adalah salah satu dimensi yang tertarik dengan ethnomatematika

Mau pakai dimensi yang mana apakah pakai Pendidikan atau konsep,kognitifnya epistimologi itu sangat terbuka

Beliau juga melihatkan gambar contoh project untuk siswa Kalau di bawah kedalam kelas bisa dijadikan konsep atau motivasi.

Dan di kampus universitas borneo Tarakan sudah menampilkan di kurikulum kami bahwa ada mata kuliah etnomatematika  bisa di bahwa kedalam kelas

Dan beliau juga menutup pemaparannya dan langsung menyerahkan atau kembalikan ke moderator

Langsung saja pemaparan Keempat Prof Dr. Heri Retnawati, S.Pd., M.Pd

Moderator langsung menyerahkan ke narasumber ke empat dan sebelum mulai pemaparannya moderator membaca CV narasumber.

Beliau memberikan salam pembuka untuk pemaparannya hari ini dan beliau tidak lupa juga menyapa semua teman teman yang pencinta ethnomatematika.

Pemaparan pada slide pertama ibu akan menyampaikan “meningkatkan kualifikasi diri dengan menulis artikel (jurnal), bahwa jurnal itu kaitannya sangat erat dengan CV kita sendiri.

CV yang kita tulis disuatu kegiatan adalah suatu proses kita yang Panjang dan kita disini mengupdate pengetahuan mengupdate CV sehingga bisa bisa bergabung dengan Ethnomatematika

Beliau juga menjelaskan Asosiasi Profesi tridarhma dari perguruan tinggi Ethnomatematika kita harus punya Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian. Begini Proses jika kita mau tahu tentang Ethnomatematika mau di mulai dari mana.

Yang disuruh kerjakan atau dikasih tugas tidak mesti tidak dikerjakan jika tidak harus di ngumpul atau nda di nilai kalau namanya tugas adalah salah satu pengalaman belajar yang nanti menjadi pengalaman hidup dan juga melatihkan diri.

Problem solving Pembentukkan konsep dan membentuk konsep itu yang akan ada didalam diri dan pembentukkan konsep salah satu di antaranya melalui ethnoematematika dalam pembelajaran yang berbasis budaya

Ketika kita mau melakukan 3 hal tadi baik pembelajaran, penelitian dan pengabdian Langkah langkahnya indah yang kita mampu menuliskan yang kita lakukan dan kemudian setelah kita tulis yang kita lakukan kemudian melakukan yang kita tuliskan, Ketika kita menulis kita akan memberikan pencerahaan. Sehingga bisa dibaca oleh orang lain dan memberikan kontribusi.

Sebenarnya apa yang kita tuliskan bisa kita publikasikan jadi dari pengalaman beliau mengatakan secara pribadi beliau melakukan di jurnal tulis tulis lah selalu menulis di jurnal beliau sehingga bisa naik pangkat  beliau mengatakan “ tulislah terus apa yang dilakukan dan tulislah terus apa yang mau dilakukan kemudian di kerjakan dan ditulis lagi”

Ketika kita menyiapkan artikel kita harus menyiapkan, ide dulu apa yang kita mau tulis, kemudian kita memakai format yang tertentu atau format yang pakai atau ada abstraknya.

Beliau juga menyampaikan pesan Prof marsigit juga menyerankan pokoknya artikelnya ethnomatematika harus pakai Bahasa inggris nanti bisa di lihat jurnal uny terindex jurnal scupos.

Proses Publikasi Standar nya harus Submission,  ada review dan revisi kadang revisi itu susah untuk dikerjakan maka dari itu kita kasih deadline 2 minggu,  diterimah copy editing dan terbit

Harapannya untuk artikel nantinya sinta 2 dulu dan sinta 1 semoga bisa mempublikasikan jurnal ethnomatematika

Kemudian mohon ijin dari pemaparannya beliau disuruh untuk menjadi penulis, dan mereviewers di ethnomatematika budaya di tahun 2020 salah satu komponen pengabdian masyarakat yang bisa di tuliskan

Beliau juga menyampaikan pada pemaparannya kita selalu disuruh untuk TETAP TERUS BERKARYA

Kemudian pemaparan beliau dan mengucapkan terimahkasih dan salam kepada semua peserta ethnomatematika. Dan langsung di ambil alih oleh moderator

Masuk di sesi tanya jawab

Pertanyaan pertama : bagaimana gambaran penelitian ethnomatemaika yang di intergrasikan dengan STEM dalam Praktek Pembelajaran Matematika dari Pak Kusno

Pertanyaan Kedua : Bagaimana Menemukan Ide bahwa dalam artefak/seni/budaya yang ada terdapat unsur ethnomatematika ? mbak Anggun

Pertanyaaan Ketiga : apakah bisa meninjau kemampuan berpikir kritis matematis suatu komunitas dari pendekatan ethnomatematika, etnomodelling dan ethnocomputing secara bersamaan? Apakah bisa, Langkah utama apa yang bisa di lakukan ?

Dijawab oleh narasumber :

Prof Hardi :

Menurut beliau untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis itu hanya dengan test dan testnya tidak boleh kritis, boleh saja jika ada soal test, meski harus di lakukan penelitian kualitatif dengan wawancara bahas di belakangnya. Kalau mau meneliti di tingkat S2 dan S3 harus ada penelitian kuatitatifnya karena kalau penelitian kualitatif itu hanya menguji teori S3 kan harus menemukan teori meskipun kecil. Harus ada penelitian kualitatif tida cukup dengan test saja

Beliau menjelaskan tidak memberikan gambaran tapi tantangan banyak banyak membaca jurnal atau buku buku yang ada dan kita punya kepercayaan diri lalu berusaha sekerasnya dan kalau perlu berkolaborasi dengan orang lain (harus milik bersama) dan akan memunculkan ide-ide, dan akan melalui seminar, wordshop publikasi, harus memiliki peluang yang harus dilakukan dan perlu dilakukan dan bisa lalu yakin.

Prof Marsigit :

Beliau memaparkan sesuatu yang ada di slide, menjawab dari pertanyaan yang tentang kreatifitas dan semester ini beliau mengajarkan mata kuliah tentang the power matematika atau daya matematika seperti yang dijelaskan beliau prof hardi tidak hanya sekedar kuantitatif tetapi naik menjadi kualitatif

Yang dinamakan belajar matematika matematika adalah untuk membangun dalam rangka mengkonstruk pengetahuaan matematika, yang sesuai dengan teori konstruktivisme,

Menurut Mason di peroleh kreatifitas matematika mahasiswa itu ada sampai pada professor hanya mengambil dua saja Conjecture dan Convince dipikirkan dan dijelaskan

Dalam slide beliau ada enam dasar belajar matematika dari tingkat Sekolah dasar  sampai dengan perguruan tinggi.

Conjecture (memperkirakan/logika), convince (memiliki/keyakinan). Organize ( Menyusun/mengatur/mengurutkan), Classify (membedakan/menggolongkan/membandingkan ), Imagine (membayangkan/mencita-citakan).express (mengekspresikan/menulis/menjelaskan). Specialize (fokus/contoh/induksi) dan generalize (deduksi/kesimpulan/menemukan rumus)

Hal-hal tersebut bisa digali dan terwujud dalam kegiatan Etnomatematika, yang berakibat munculnya kreatifitas.

 

Dr. Jero :

Menurut beliau harus ada kualitatif dalam penelitian kreatif atau di artefak atau di unsur lainnya. Maka kalau kita orang matematika maka konsep kita sudah mempelajarinya kalau bapak tadi menjelaskan kalau ethnomatematika adalah sebagai irisan antara matematika dengan antropologi  budaya maka matematika aka nada pada diri kita.

Jika kita mengamati dan menganalisis dokumentasi terkait dengan antropologi budaya, maka yang sering kita ketemui adalah ide ide yang geometri. Semakin kita mengamatinya dugaan-dugaan itu ide-idenya akan muncul. Mengantarkan masuk kelapangan ke penelitian.

Beliau tertarik dengan penelitian bening didaerah Kalimantan utara bulungan suku Dayak kenyah

Benning itu adalah alat gendong bayi yang bentuknya seperti geometri tabung yang dibelah seperti tas tapi unik, ada ukurannya sendiri atau beda beda sendiri dalam penelitian alat gendong bayi didaerah dayat kenyah

Berpikir kritis itu harus ada kaitannaya dengan akm, etnomatematika itu dijadikan konteks untuk keliterasi dan ilutrasi.

 

Prof Heri :

Menurut beliau penilaian berpikir kritis itu, meskipun ethnomatematika itu dalam penelitian jika kita mau menilai berpikir kritis itu maka kita akan melihat indikatornya maka itu adalah suatu hal yang penting Ketika berpikir kritis, antara budaya dan kemudian apa yang dicapai sesuai dengan kurikulum nasional itu tetap sejalan.

   

Masuk di sesi tanya jawab

Sesi 2

Pertanyaan :

-       Apakah pembelajaran ethnomatematika cocok digunakan di level SMA ? bagaimana caranya mendesain pembelajaran matematika menggunakan ethnomatematika di level SMA “Devi “

-       Saya sangat kagum dan tertarik dengan acara ini bapak prof dan ibu prof sangat bermanfaat. Ingin bertanya bagaimana  kita bisa mengikuti jejak bapak ibu semua/ harus dimulai dari mana untuk bisa berkarya ? mohon penjelasannya “Dwi “

-       Ijin bertanya kepada prof hardi apakah mendesai pembelajaran ethnomatematika/pembelajaran berbasis budaya memiliki kendala-kendala apa saja dan bagaimana menyelesaikannya ? “Bambang”

-       Untuk keadaan pandemic saat ini hamper semua sekolah menerapkan pembelajaran daring, bagaimana dengan penerapannya pada pembelajaran ethnomatematika dimasa  ini ? aapakah ada esensi dari pembelajaran ethnomatematika akan berkurang ? “ Ifran “

Menjawab Pertanyaan :

Prof Marsigit :

Bukan hanya Untuk pembelajaran SMA tetapi untuk pembelajaran di perguruan tinggi juga bisa tapia da perbedaannya sesuai dengan karakter subjek didiknya kalau untuk sekolah kita matematika kita gunakan matematika sekolah kalau untuk perguruan tinggi itu lah konsepnya, matematika sekolah dan matematika perguruan tinggi definisinya berbeda, kalau matematika sekolah di definisikan sebagai kegiatan bahkan kegiata sosial ada 4 macam kegiatan, ada kegiatan ,mencari pola atau hubungan ada kegiatan investigasi/ mengamati ada kegiatan pemecahaan masalah (matematika) dan kegiatan berkomunikasi (mengomunikasikan) tetapi kalau matematika perguruan tinggi atau matematika murni matematika itu adalah matematika ilmu, ilmu dijugsi atau matematika di perguruan tinggi mengungkap atau menggunakan matematika mengungkap  budaya kenapa matematika apa yang di pakai disitu kalau untuk matematika sekolah belum bisa , matematika sekolah cukup mengungkap matematika apa maka dari itu guru itu punya intuisi  dimana ada matematikanya maka disitu punya intuisi itulah peran dari para guru yang lebih dari pada siswanya sehingga tidak sembarang untuk menyarankan siswanya mau pergi kemana arahnya ditentukan harapannya harus ada potensi ethno nya. Kalau di sekolah Menengah Atas siswa kelas 1 masih mengungkap tentang kontextual benda benda kongkret kalau sudah kelas 2 dan 3 sudah belajar untuk mengungkapkan matematika dalam formula formula matematika.

Beliau menjawab tentang bagaimana tentang jejak atau bagaimana pengalamannya beliau perjalanan Hidup, beliau juga mengatakan selalu membangun dan selalu berinteraksi dengan sesorang hari ini maupun hari beosknya  maka ethno ini adalah jangka Panjang, didalam hidup beliau mengatakan kita harus jalani Istiqomah dan amanah. “Amanah dipercaya istiqomah terus dijalankan tidak mungkin amanah kalau tidak istqomah dan tidak mungkin istiqomah kalau tidak amanah”.

Kaitannya dengan pembelajaran daring dengan ethnomatematika ada dua macam sumber primer dan sumber skunder. Sumber primer adalah menyentuh langsung melihat langsung, tetapi kalau sumber skunder karna pandemic kita bisa mempelajari melalui internet.

Kendala-kendalanya yaitu :

Kendala-kendala filosofis

Kendala-kendala paradigmatis 

Kendala-kendala  teoritis

Kendala-kendala modelling dan

Kendala-kendala praktis

Ini adalah penghayatan bahwa totalitas dan inovasi pembelajaran itu harus conferensek tidak bisa sepengal-pengal ( setengah-tengah ) sehingga Ketika kita membuat landasan teori kita masih melakukan teori-teori lama.

Beliau juga mengatakan tantangan kedepannya bagaimana mengembangkan teknologi  daring software aplikasi dan yang lain lainnya, kita masih kalah jauh dan tertinggal dari negara-negara lain khususnya di Eropa ataupun Asia

Sekian dari jawabannyaa bapak dan memberikan salam

Prof Hardi :

Beliau menjelaskan semua akan bisa, baik di SMA ataupun di perguruan tinggi juga bisa berbasis dunia nyata, apalagi yang terapan bisa berbasis kepada dunia nyata, inti nya semua bisa dari pengalamannya beliau mengatakan bisa membuat model matematikanya, dunia nyata dengan di kaitkan dengan ethnomatematika.

Menurut beliau kendalanya pasti ada seperti yang di jelaskan Prof Marsigit tentang filosofinya disetiap apa yang dikerjakan, saya memberikan contoh yang kendalanya kita menggunakan budaya setempat maka adab budaya setempat itu sangat penting jika tidak kita akan gagal apalagi kita tidak mengerti adabnya disuatu budaya tersebut. mungkin terlalu sombonk atau pintar tetapi kalau orang amerika itu totalitasnya sangat tinggi sehingga di nikahin dulu kepala suku baru penelitianya akan sukses, pasti ada kendalanya.

Apakah daring itu akan pasti ada yang baik dan ada yang tidak baik ada pless minesnya, maka dari hidup itu dijalani niat ikhlas dan berbuat baiklah  sabar bersyukur ikhlas itulah kalimat beliau yang beliau sampaikan

Beliau juga mengatakan disetiap melakukan penelitian kita harus berkolaborasi kerja sama dan mempromosikan mengajak dan saling mengajak teman teman saling mengisi satu sama lain. Jangan sampai kita mengggelamkan teman kita harus saling mengpromosikan teman. Bisa awet yang paling sulit itu menjaga persahabatan untuk kerjasama yang baik.

Itulah penyampaian Prof Hardi dan mengucapkan terimahkasih dan salam.

Dr. Jero :

Beliau menjelaskan adakah bedanya warisan benda kalau mengajinya justru di atur khusus ke permendikbud kemudian kalau budaya secara umum masih mengaju pada antropologi budaya.

Apakah bisa di level SMA tentu nya bisa akan tetapi arah kami Ketika melakukan identifikasi proses pembelajaran ethnomatematika tetap arahnya kepada inovasi pembelajaran bahkan ke kontestnya akan kearah matematika sekolah nantinya ke outpitnya.

Hal ini kita juga bisa ikut melestarikan atau memberikan pengetahuaan pada siswa siswa kita terhadap budaya budaya disekitar kita.

Maka dari situ kita bisa mempelajari atau mengajarkan ethnomatematika dikelas nanti dan kita manfaatkan informasi teknologi yang ada saat ini.

Cukup sekian penyampaian jawaban bapak sekian dan terimah kasih.

Prof Heri :

Beliau menyampaikan sedikit tambahaan

1. bahwa selalu berdoa

2. khususnya kedua orangtua sendiri minta doa bukan sukses saja tetapi sukses dunia akhirat.

3. Selalu bersikap positif dan bersikap baik,  jangan selalu tergoda dan selalu bersikap positif kepada orang  lain kemudian menjaga karakter dan etika kita.

Ini lah penyampaian beliau selalu mengutamakan adab, dan mengucapkan terimahkasih

Dan moderator juga menyampaikan sedikit kesimpulan tentang acara hari ini bahwa ethnomatematika adalah merupakan sebuah inovasi pembelajaran matematika yang tetap menjaga kelestarian kemajuan jati diri bangsa dengan ethnomatematika kita bisa menjadi seseorang yang salah satu melestarikan budaya budaya di Indonesia khususnya dan bagaimana kita bisa menjalin budaya itu bisa terkenal melalui publikasi, publikasi yang bisa kita tuliskan dengan di berbagai jurnal atau artikel ilmiah. Selanjutnya adalah penutup.

Sebelum ditutup ada penyampaian sedikit oleh Prof Marsigit Selaku Presiden Ethnomath Association :

Beliau menyampaikan tentang pembelajaran daring di era pandemic ini Ketika kita daring ternayata berdasarkan pengalaman dan intuisi dan teori juga satu satunya metode juga yang tepat adalah pemberian tugas bagi mahasiswa dan bagi siswanya adalah metode penerimaan tugas, itu kita harus disadari dan diikhlaskan oleh karena itu metode pembelajaran ethnomatematika itu seperti itu  bagaimana kita memikirkan pembelajaran ethnomatematika pemberian tugas kepada siswanya atau mahasiswanya sehingga melakukan kegiatan kegiatan dan bagaimana nantinya mengumpulkan data data skunder yang ada di media sosial, facebook dan lain lainnya.

Penutup Prof Marsigit Demikian lah penyampaian saya dan saya ucapkan terimahkasih kepada moderator, Panitia-panitia dan Bapak ibu semuanya. saya ucapkan juga terimahkasih banyak kepada seluruh peserta bapak ibu yang telah mengikuti Srawung Ethnomatematika, semoga apa yang sudah di sampaikan bermanfaat dan berkah bagi kita semuanya, dan sekali lagi terimahkasih banyak bapak ibu semuanya saya dan bapak memberikan salam dan kembalikan kepada moderator.

Dan moderator juga mengucapkan secara pribadi kepada semua narasumber yang telah hadir atas ilmu ilmu yang beliau sampaikan tadi yang sangat bermanfaat sekali dan sangat membuka pikiran kita, dan kita punya tantangan kedepannya dengan tema ethnomatematika dan moderator juga mengucapkan mohon maaf selama kegiatan atau acara tersebut banyak kesalahaan, terimahkasih banyak sekian dari moderator ibu Meita terimahkasih banyak wasalaimulaikum warramatullah wabarakatuh

Jangan dahulu kita melakukan sesi foto Bersama (melalui Zoom) semua peserta dan para narasumber (Panitia melakukan Foto Bersama )

Untuk saya Pribadi Aswar selaku salah satu Panitia Srawung Ethnomatematika  : Tidak lupa juga saya mengucapkan banyak terimahkasih kesemua pihak atas partisipasinya khususnya panitia sudah mempercayai saya menjadi salah satu panitia dokumentasi dan harapan saya semoga kedepannya ethnomatematika selalu maju terus dan setiap kegiatan mengajak teman teman yang lain.

 

 

 

 

           

Terakhir adalah mendengarkan Mars “ETHNOMATH ASSOCIATION”

Komentar